Tags

, , , , , , ,

Sepi Amat.

Keliatannya semua udah ketiduran. Ane ga begitu jelas liatnya, karena lampu dalam mobil gelap dan ini udah mulai malem. Setidaknya sampai mobil berhenti di sebuah pusat oleh-oleh dan terdengar lagi suara-suara gaib yang mulai bermunculan dari dalam mobil.

Kembali lagi beberapa jam sebelumnya..

Pagi itu, hp ane udah dipenuhi oleh sms brutal dari Rendi, salah satu temen ane. Entah dianya yang ga sabaran atau ane yang ga bales-bales (tapi sepertinya karena faktor kedua Hahahha). Hari itu, om nya Rendi berencana mengajak wisata dalam rangka mengisi liburan setelah ujian. Bentar.. apa Rendi yang berencana ngadain wisata dan om nya nganterin ya? Ahh sudahlah, ane lupa.

Setelah semua setuju, akhirnya kami semua sepakat berangkat, meskipun tempatnya belum diputuskan. Dan setelah dipikir-pikir, berhubung Rendi memiliki wajah dan poni ciri khas boyband, maka tidak salah jika diputuskan tempat yang dituju adalah Jogja. (Oke, ini gak ada hubungannya.). Beberapa jam setelahnya, sudah ada 3 orang yang berkumpul di tempat yang sudah direncanakan,yaitu ane, Rendi, dan Otniel.

Perjalanan pertama kami adalah menjemput Henry ke tempat les nya. Iya, ane juga bingung kenapa masih ada aja yang les. Padahal ini hari libur. Rajin memang temen ane yang satu ini. Mungkin hal ini berawal dari kegagalannya mengembangkan hubungan teori Newton dan teori jamban semenjak SMA.

Skip, lengkap sudah tim kami. Disitu terhitung ada 7 orang yang ikut. Diantaranya ane sendiri, Rendi, Otniel, Henry, Sonia, Devina (temennya Sonia) dan om nya Rendi. Setelah Sonia dan Devina dateng, bencana buat ane, Henry, dan Otniel. Ya, kami bertiga terpaksa harus duduk di kursi belakang yang kalau ane liat-liat lebih mirip kursi di angkot dan kami bertiga harus duduk saling berhadapan. Satu yang ane masih bingung sampai sekarang. Kursi belakang di mobil Rendi memang dasarnya sesak atau karena ada Henry?? Ini masih jadi mitos. Oiya, sebenernya kami mau mengajak Nathan dan Lauren juga. Tapi ternyata keduanya berhalangan. Nathan harus latian buat kejuaraan hom-pim-pa tingkat kelurahan bulan depan, sementara Lauren sendiri ane kurang tau alesannya.

Mobil pun melaju dengan kecepatan yang sedang-sedang saja. Di dalam mobil, beraneka ragam bentuk dan jenis orang ada disana. Mulai dari Rendi yang duduk di kursi paling depan ngedengerin lagu pake headsetnya sambil mangguk-mangguk. Entahlah lagu apa yang didengerin. Ane curiga, jangan-jangan kalo pas sepi, dia bakal ngedengerin lagu sambil salto dan joget-joget pake daster lengkap dengan bedak, ala boyband (pisss ren ) .

Ada juga Otniel yang wajahnya tampak memelas. Entah karena laper atau memang itu wajah aslinya yang selama ini disembunyiin. Henry sendiri berusaha ngejelasin Sonia dan temennya tentang teori tumbukan partikel jamban beserta prosesnya, lengkap dari awal sampai siklusnya. Sementara ane? Ane baru aja mau mulai melakukan ritual yang baik bagi ane dan ga merugikan orang lain, serta tidak banyak orang yang bisa, yaitu tidur. (sebelum akhirnya terbangun, gara-gara Henry dan Otniel melakukan aksi jahil massalnya. Sial). Setelah itu, Henry juga menunjukkan kepada ane sebuah lagu lewat hpnya.

Chelsea! Chelsea!

Ane ga hafal liriknya. Tapi yang jelas itu lagu chants. Udah tau ane ga suka Chelsea. Sialan emang ni anak. Dan gak berapa lama, kami semua kaget ketika melihat dan menemukan sebuah rumah makan yang sudah tidak asing lagi.

SOP PAK MIN!

Ya, ini adalah salah satu cabang rumah makan milik salah satu guru SMA kami. Sukses memang guru yang satu ini. Kapan-kapan kalo ada waktu, ane ceritain kisah Pak Min yang melegenda ini dari masa suram sampai mencapai kejayaannya hahhaha.

Mau kemana setelah sampai di Jogja?? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang masih cukup sulit dijawab, setidaknya sampai Rendi mengusulkan dan meminta izin untuk pergi ke salah satu Universitas swasta di Jogja, untuk mengambil formulir pendaftaran. Gak perlu menunggu lama, kami sampai juga di Universitas yang dituju. Sambil nunggu Rendi, disitu kita keluar dari mobil bentar buat nyari angin, sampai akhirnya Rendi kembali dan perjalanan pun dilanjutkan.

Okee, abis ini ke Taman Kaliurang ya?” Ajak Rendi.

Para penumpang pun hanya bisa “mengangguk” tanda setuju. Ane ga bisa bayangin kalo ada salah satu dari kita diturunin di jalanan sepi dan dipaksa cari uang jadi penjual bakwan demi bisa pulang gara-gara bilang “ga setuju” sama sang empunya mobil.

Beberapa menit kemudian akhirnya kami sampai juga di Taman Kaliurang. Ane liat-liat, cukup sepi disana. Setidaknya ada 7 orang anggota kami, beberapa mainan dan patung disana. (ini taman atau pangkalan setan, sepi amat?!). Oiya ane liat , ada 1 orang mas-mas berwajah mirip mat solar (pemeran di bajaj bajuri) juga disana, cuma dengan kumis yang lebih tebel. Mirip banget lho. Sebenernya taman ini rame kalo pas hari-hari liburan “katanya”. Tapi berhubung kami kesini bukan waktu libur nasional, jadi ya harap dimaklumi.

Tapi kalau dipikir-pikir, kami bisa nyantai dulu di taman ini, mumpung pas sepi pula. Sementara Sonia dan Devina foto-foto di tempat laen, disitu ane nyantai sambil ngobrol sama Rendi dan Otniel. Henry sendiri minta izin ke toilet. Pas ane ngobrol, ada 1 hal yang ane sendiri ga tau dimana letak keserasiannya, yaitu ketika rendi mulai ngomongin musik rock favoritnya, tiba-tiba terdengar bunyi ringtone dari hp milik Otniel. Entah itu sms, telepon, atau mp3. Lagu ini terdengar gak asing.

Ahh lagu rock apa ini,?? baru denger, kata Rendi. Yailah meeeen, Itu Cherrybelle! CHERRYBELLEE!

Oiya, sekedar Informasi, temen ane yang namanya Otniel ini adalah salah satu penggemar berat Cherrybelle dari mulai lagu sampai gerakan. Ane kurang tau semenjak kapan dia mulai terkena sindrom dengan mengidolai girl band yang cuma pamer paha ini. Ane juga curiga, jangan-jangan Otniel cuma dipaksa jadi fans CherryBelle oleh mafia yang sedang berusaha membunuh keluarganya menggunakan sedotan plastik. Jangan-jangan karena ini juga, wajahnya sering memelas. Ane sendiri jujur kurang suka dan ga tau menau tentang Cherrybelle ini. Ane cuma tau, personilnya ada Anisa, Cherly, Angel, Christy, Felly, Wenda, Devi, Ryn, dan Gigi. Sementara albumnya sendiri ada 2 sejauh ini, dengan lagu-lagi seperti Love is You, Brand New day, Best Friend Forever, dll.

Bentar… Ahh sialan. Gara-gara cuma denger 1 lagu, sepertinya otak ane mulai terserang dan terpengaruh sindrom ini juga.

Anyway, satu yang disayangkan di taman Kaliurang ini. Kalo ga hari libur, pengunjungnya berbanding lurus dengan penjual makanan dan snack yang biasanya mangkal di dalem. Jadi, kalo mau beli atau jajan agak susah disini selain hari libur. Laper juga lama-lama cuma ngobrol tanpa ada 1 orang pun yang bawa makanan ataupun pedagang yang lagi jualan. Sampai sewaktu ketika, ane melihat ada bakpao yang sepertinya lumayan enak. Tapi aneh. Bakpao nya bisa jalan. Setelah semakin deket, ane baru sadar ternyata itu bukan bakpao. Tapi Henry yang baru balik dari Toilet. Kampret.

Setelah semua berkumpul lagi, termasuk Sonia dan Devina (yang ane rasa udah membawa 2 album kumpulan foto-foto mereka), kami pun memutuskan pergi ke tempat lain lagi, sekalian cari makan. Sebelum keluar, kami juga menyempatkan buat foto bersama.

Cari tempat lain lagi“.

kata Sonia setelah melakukan foto di satu tempat. Beberapa menit kemudian didapatlah foto yang lumayan banyak. Saking banyaknya, ane mungkin berencana menukar tambah foto-foto ini sama gorengan pinggir jalan atau menjualnya seharga seribulimaratus kalau udah sampai rumah. (siapa juga yang mau beli?!)

Setelah semua kumpul lagi, perjalanan pun dilanjutkan. Sampai disini, masalah belum selesai. Mau kemana abis ini?? Ya, pertanyaan itu muncul lagi.

Advertisements