Tags

, , , , ,

Buat beberapa orang, kadang ‘Diet’ jadi bagian sehari-hari dalam kehidupan mereka. Tapi buat sebagian lagi, khususnya manusia bertubuh tusuk gigi kayak ane, ‘Diet’ adalah salah satu hal yang harus dihindari.

Menurut ane, ada gak enaknya jadi orang kurus, seperti kita harus selalu jadi korban kegencet waktu lagi naek bis kota, jadi orang yang selalu dipangku kalau tempat duduk penuh (pliss deh), ataupun jadi orang yang pertama kali ditunjuk buat perwakilan lomba panjat pinang antar kampung waktu acara tujubelasan. Oh meeen..

In fact, temen-temen ane yang memiliki badan berlebih juga sebenernya melakukan ‘Diet’ karena pingin kurusan. Begitu juga dengan ane. Berkebalikan 360 derajat dari mereka, ane malah pingin gendutan. Aneh kan? Tapi kayanya Tuhan belum mengijinkan semua ini terjadi deh.

Pic : cartoonstock.com

Pernah gak sih, liat orang-orang yang porsi makannya luar biasa? Jumbo. Dia kayanya kuat nelan makanan apapun yang dikasih ke dia. Atau gini deh, Pernah gak liat orang orang yang walau cuma makan dikit, tapi badannya cepet banget terisi? (Makan dikit aja terisi, apalagi kalau porsi makannya setara dengan kuli). Ane sendiri gak paham sama metabolisme dan cara kerja di dalam tubuh orang-orang kaya gini. Kadang ane heran. Lebih tepatnya iri. 

Beberapa orang nih ya (khususnya cewe), bahkan sampai bela-belain makan cuma 2x sehari dengan alasan karena takut gemuk.

Eh, tapi aku sekarang gemuk ya?

Pernah tiba-tiba Tia bilang gitu. Padahal kalau dilihat, badannya masih sama aja. Dilihat dari mana gemukann? Darimanaa?

Contoh laen adalah adek ane. Dia makannya juga wajar. Tapi anehnya, badannya bisa terisi lebih cepat walaupun dengan porsi yang bisa dibilang normal seperti orang pada umumnya. Kalah ane. Sial.

Sedangkan ane? Mau makan dengan porsi gajah betina yang lagi hamil pun tetep gabisa gendutan. Entahlah, ane juga gak tau kenapa. Beberapa orang yang punya kesamaan kaya ane adalah Otniel, Rendi, dan Robert. Kayanya kami harus mulai berpikir untuk membuat komunitas OKYTK (Orang Kurus Yang Terlahir Keren) deh.

Well, ane sebenernya udah ngelakuin beberapa cara buat coba ningkatin berat badan. Seperti yang udah ane bilang sebelumnya, ane udah menambah porsi makan dalam sehari. Pernah dalam sehari ane coba makan sebanyak 4-5x. Pagi harinya ane makan sekali. Siangnya menjelang jam 11, ane makan lagi. Diikuti dengan makan siang dan malam harinya. Ane ngelakuin ini kurang lebih selama seminggu. Hasilnya? Perut ane sakit. Badan ane gak berubah. Masih tetep gini gini aja. Cuma ampasnya yang makin banyak waktu keluar. Oh Shit. 

Keingintahuan ane buat ningkatin berat badan berlanjut. Pernah waktu SMA, ane tanya langsung sama temen sekelas yang menurut ane cocok jadi narasumber topik ini. Lukas. Iya, enggak salah lagi.

Gimana sih cara gemukin badan, Luk?” 

“Gampang.. habis makan langsung tidur.”

“Lah gitu aja HAHAHA? Jadi kerjaanmu di rumah kaya gitu aja ya?

“….”


Fix, ane di smackdown.

Ane juga udah coba saran dari Lukas. Hasilnya tetep sama aja. Badan ane masih setara sapu lidi. Setelah beberapa cara gagal, akhirnya ane menyerah. Belakangan, ane mikir. Sebenernya ada beberapa kelebihan juga jadi orang kurus. Iya, ane baru sadar. Salah satunya adalah kita bisa makan banyak, tanpa merasa bersalah. Iya kan?

Ane inget betul, waktu masih TK dulu ada kegiatan ‘makan bersama’ setiap hari kamis. Kami setiap anak mendapat jatah makan 1 piring. Hal yang paling menyenangkan adalah setiap ‘makan bersama’, pasti selalu aja ada piring yang tersisa di depan meja guru. Lumayan. Sekitar enam atau tujuh piring yang masih berisi dan belum termakan. Semua anak saling berebut buat mendapatkan makanan itu. Beberapa diantaranya ada yang udah siap dengan palu dan Tang di tangan mereka buat menyingkirkan lawan-lawannya. (Ini anak TK apa preman pasar?!)

Ane dan orang-orang bertubuh tusuk gigi lainnya hanya cukup duduk tenang di kursi kami masing-masing.



Ya, ini masih sisa. Ayo yang mau, ngambil ke depan ya. Yang kurus-kurus aja yang boleh nambah.”

Kalimat super mulia yang selalu diucapkan sama guru TK ane. Iya, kami selalu dapet jatah dobel di hari Kamis. Kami yang daritadi cuma duduk manis, langsung beranjak dan maju ke depan buat ngambil makanan itu, sambil melihat wajah putus asa anak-anak lain yang gak kebagian. Hahahah

Kelebihan lain dari menjadi orang kurus adalah kita bisa berlari dengan cepat. Sangat cepat malah. Coba deh, liat beberapa maling ayam. Yang ane pernah liat, beberapa maling ayam yang bertubuh kurus memiliki kesempatan kabur yang lebih besar daripada yang bertubuh gemuk. Mereka yang bertubuh kurus, juga dapat bersembunyi di mana aja. Di sela-sela gang, di sela-sela tiang listrik, ataupun di sela-sela selokan(?)

Bahkan di acara tangkap kriminal yang pernah ane tonton dulu, ada maling yang baru tertangkap warga setelah cukup lama berlari dan bersembunyi. Dia tertangkap oleh warga itupun karena kesalahannya sendiri. Sewaktu memanjat pagar, celananya sukses nyangkut di bagian pagar yang runcing. Akhirnya celananya dilepas. Dia diturunkan. Ditangkap dan diarak warga. Naas. 

Dan terlepas dari celananya yang tersangkut, seperti yang ane bilang. Dia cukup lihai berlari dan bersembunyi. Dia kurus. Bentar.. Ini contohnya jelek amat, daritadi bahas maling?!. Tapi bener. Percaya deh, orang-orang kurus seperti ini emang ditakdirkan punya kemampuan buat berlari dan bersembunyi.

Ehm.. tapi ya, semua pasti punya keuntungan. Jadi kalau menurut ane sih, selama gak terlalu mengganggu, kita gak usah permasalahin berat badan deh. Ada kan orang yang langsung berubah jadi ilfeel waktu dibilang ‘Gemukan ya?’ atau beberapa orang kurus yang dibilang ‘Lu, gak pernah makan ya?‘.

Ane sih santai aja. Karena seperti yang udah ane bilang, semua ada keuntungannya. Berbahagialah kalian yang walau makan sedikit tapi bisa gemukan, karena ada beberapa orang kurus (termasuk ane) yang pingin bisa kaya gitu. Atau berbahagialah orang-orang kurus yang gak bisa gemuk dengan gampangnya, karena ada beberapa orang yang susah buat ngelakuin hal itu.

Sounds fair, huh?



N.B : Foto ane waktu umur 3 tahun ternyata Gendut banget. *shock*

Advertisements