Catatan ini ditulis untuk 2 orang disana yang saat ini sedang berpikir.

Beberapa orang mungkin harus belajar menggunakan logikanya tanpa sedikitpun melukai hati. Dan beberapa lainnya, harus belajar menyisakan sedikit tempat di hati mereka dan mempertimbangkan saran dari logika

Ketika ada dalam masalah dan penyesalan, beberapa orang akhirnya akan coba belajar menggunakan hati. Meskipun itu hanya akan semakin membuat mereka dihantui perasaan bersalah setelahnya. Membuat mereka tertidur di malam hari dan kemudian bangun dengan perasaan tak nyaman.

Dan beberapa lainnya, akhirnya akan belajar menggunakan logika. Meskipun itu hanya akan membebani dan menambah pikiran mereka. Membuat mereka menangis di malam hari. Susah tidur dan kemudian jatuh sakit.

Logika dan hati memang kadang tak sejalan. Keduanya memiliki ego nya masing”. Beberapa yang tak mau saling mengerti, akhirnya hanya akan mendengarkan egonya dan jatuh ke dalam sudut pandang “aku lelah”

Dan beberapa lainnya yang mau mengerti, akhirnya akan mencoba melihat ke belakang. Melihat jalan yang mereka lalui bersama. Hingga akhirnya mereka sadar bahwa semuanya itu terlalu sulit untuk dilalui dengan melangkah sendiri.

Mengasingkan diri adalah hal terbaik yang bisa dilakukan ketika hati dan logika tak sejalan. Mengasingkan diri untuk sementara dan kemudian merenung. Biarkan logika dengan semua perenungannya. Dan hati dengan semua perenungannya.

Berlogika dengan hati memang susah jika di logika. Begitu juga  dengan konsep hati menerima logika tanpa merasa terlukai.

Namun jika waktu terus bergerak, pada akhirnya mereka akan kembali melangkah bersama. Mereka menyadari. Menyadari bahwa keduanya memang saling membutuhkan.

P.S Thats a common prob. I believe that it’ll make both of you stronger than ever.

Advertisements